Selasa, 12 Maret 2013

MERANTAU

saya adalah seorang anak yang sejak sma sudah berpisah dengan orang tua untuk menuntut ilmu. menurut saya hidup jauh dari orang tua (merantau) mempunyai sensasi tersendiri karena banyak tantangan yang akan kita jalani. jangan terlalu takut untuk merantau ke daerah yang belum kita kenal. memang pada saat awalnya saya juga merasa perasaan yang entahlah bagaimana dikatakan ketika pertama kali merantau.
saya merantau pertama kali ketika saya sekolah sma. saya tinggal di kandangan kabupaten hulu sungai selatan, kemudian saya sekolah sma ke banjarmasin ibu kota provinsi kalimantan selatan. saya di sana tinggal dengan kakak yang kuliah di sana. mungkin saya masih kalah dengan kakak saya karena dia sejak lulus sd sudah pisah dengan orang tua untuk menuntut ilmu di pesantren. saya salut dengan beliau karena dengan umur yang seperti itu sudah  bisa hidup mandiri di asrama pesantren.
ketika pertama kali merantau tantangan awal yang saya hadapi adalah bagaimana cara membagi uang agar uang yang dikasih oleh orang tua saya bisa cukup untuk satu bulan. selain itu saya juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, karena awalnya saya hidup dan tumbuh di sebuah kampung kecil dan kemudian saya pindah ke sebuah kota besar yang tentu saja lingkungannya sangat berbeda jauh. mulai dari budaya, perilaku atau pergaulan, tata bahasa, dan masih banyak lagi.
saya di banjarmasin bersekolah di sma islam sabilal muhtadin, salah satu sekolah swasta terbaik yang ada di banajrmasin saya rasa. di sana saya bersekolah full day mulai dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. setelah itu saya mengikuti bimbingan belajar di salah satu lembaga bimbingan. begitulah rutinitas saya setiap harinya selama tiga tahun. pada waktu awal masuk sekolah saya tidak mempunyai teman sama sekali karena saya adalah orang kampung dengan logat bahasa yang menurut teman teman dari kota agak sedikit lucu. sehingga setiap kali saya berbicara menjadi bahan ledekan bagi teman teman yang mendengarnya. selain itu sekolah saya merupakan tempat sekolahnya anak anak orang kaya, sedangkan saya hanyalah seorang anak pegawai negeri sipil yang memiliki gajih pas pasan. saya  masih bersyukur bisa melanjutkan sekolah. orang tua saya merupakan tipe orang tua yang sangat mementingkan pendidikan. bagaimanapun caranya mereka akan selalu berusaha agar anak anak mereka terus bersekolah, karena menurut ibu saya beliau tidak bisa mewariskan harta apa pun untuk kami berdua, beliau hanya bisa meninggalkan ilmu untuk kami menjalani hidup di masa yang akan datang ketika nanti beliau sudah tidak ada kelak.
tidak ada yang istimewa ketika saya bersekolah di sma islam sabilal muhtadin. hidup saya sangat datar, tidak ada peruahan yang signifikan yang saya lakukan ketika itu. saya pernah mencintai seorang wanita, teman satu kelas ketika saya duduk di kelas dua sma. dia adalah seorang bidadari tercantik yang pernah saya temui. dia memiliki kahlak yang sangat mulia, memiliki kecantikan yang luar biasa, dan tentu saja dia adalah anak orang kaya.
namun sampai saya lulus dari sma saya tidak pernah menyatakan cinta saya kepada wanita tersebut. bahkan ketika kelas tiga sma dia berpacaran dengan teman saya sendiri dan membuat perasaan saya begitu tidak karuan. namun saya hanya bisa berharap dia diberikan pasangan yang terbaik.
setelah lulus dari sma di banjarmasin saya melanjutkan petualangan saya ke kota yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan kejenjang perguruan tinggi. pada awal datang ke jogja saya tinggal di asrama mahasiswa kalimantan selatan. saya kuliah di UIN sunan kalijaga yang merupakan salah satu perguruan terbaik di jogja. saya mengambil jurusan keuangan islam yang sampai saat ini saya tidak mengetahui kenapa saya masuk ke kampus tersebut. disana saya banyak belajar tentang ekonomi islam.
setelah satu semester tinggal di asrama saya pindah ke sebuah rumah di daerah yang cukup sejuk, tenang dan aman yakni di daerah widomartani, ngemplak, sleman. setiap kali saya pergi ke kampus saya selalu melewati kampus ekonomi UII. awalnya saya bahkan tidak tertarik untuk kuliah di sana, namun karena beberapa hal yang saya pertimbangkan akhirnya saya mendaftarkan diri kuliah disana setelah saya dua tahun kuliah di UIN.
saya diterima kuliah di UII jurusan akuntansi. hal yang menjadi pertimbangan saya selanjutnya adalah apakah saya akan kuliah di dua tempat ataukah saya akan berhenti kuliah di UIN ?
karena saran dari orang tua dan renungan yang saya lakukan akhirnya saya memilih untuk melanjutkan kuliah di UIN yang artinya saya kuliah di dua universitas yang berbeda. ini merupakan salah satu tantangan lagi dalam hidup saya. banyak hal yang saya lewati ketika kuliah di dua universtas ini.
selain itu saya juga banyak mempunyai teman yang mungkin nanti ada manfaatnya untuk kehidupan saya kelah.

inilah sepenggal kisah petualangan saya, semoga suatu saat nanti saya bisa berpetualang kenegeri lain, saya sangat dan selalu memimpikan untuk berpetualang ke negara amerika serikat.
semoga hal ini dapat tercapai.
Amin.

salam hangat dari saya dan terima kasih !

1 Komentar:

Pada 21 Januari 2016 pukul 17.25 , Blogger Lapedas mengatakan...

Wah kuliah double..
aku juga kenalan yg kuliah di ugm sambil di uii dan satunya lg minyak upn lalu masuk ugm n jalanin dua duanya..
HEBAT>>. kuatkan stamina dan metal dan pembagian waktunya! Semangat terus ya!

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda